Siswa merupakan anggota masyarakat yang berusaha meningkatkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Dalam hal ini siswa diasumsikan untuk belajar ilmu pengetahuan agar nantinya bisa mencapai tujuan nasional yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi pada era sekarang pendidikan semakin berkembang dan siswa diharapkan mampu menerapkan sistem pembelajaran yang baik disesuaikan dengan sikap yang dimilikinya.
Ada berbagai macam tipe siswa, baik itu ekstrovert maupun introvert.
Berdasarkan penggolongan tipe kepribadian, individu yang terbuka, mudah bergaul, dengan mudah mengungkapkan isi hatinya, mudah membuka informasi pribadi terkait dirinya, dan senang bercerita cenderung dalam tipe kepribadian ekstrovert. Sedangkan individu yang tertutup, suka menyendiri, tidak mudah membuka informasi pribadinya, menarik diri dari lingkungan, dan pendiam cenderung dalam tipe kepribadian introvert.
kepribadian ekstrovert ketika mengerjakan tugas matematika Menurut Putri Indriyani (2017:10) Faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa yang memiliki kepribadian ekstrovert dalam menyelesaikan soal cerita materi kubus dan balok yaitu kurangnya penguasaan bahasa sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami maksud dari soal, kurangnya penguasaan materi baik materi yang sedang dipelajari maupun materi prasyarat misalnya rumus atau prosedur pengerjaan yang harus dipahami oleh siswa, kebiasaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tidak menuliskan kesimpulan, siswa tidak belajar walaupun ada tes atau ulangan, tidak tahu atau lupa rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kurang teliti dan tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal.
Siswa dengan tipe kepribadian introvert sering memendam perasaan di depan orang lain. Hal ini disebabkan karena individu introvert cenderung berorientasi ke dalam dirinya sendiri. Biasanya tipe introvert tidak terlalu mencolok dalam mengerjakan tugas sekolah, tetapi mereka akan menjadi sangat kreatif dan memiliki imajinasi yang luas. Ada beberapa siswa introvert yang mengontrol emosi dengan meluapkan emosinya ketika sedang sendirian, yaitu dengan memukul tembok, mengumbar di sosial media, dan merusak barang Kontrol emosi yang tepat dapat memicu prestasi dalam belajar dan keberhasilan individu dalam kehidupan sehari-hari.
Ada berbagai macam tipe siswa, baik itu ekstrovert maupun introvert.
Berdasarkan penggolongan tipe kepribadian, individu yang terbuka, mudah bergaul, dengan mudah mengungkapkan isi hatinya, mudah membuka informasi pribadi terkait dirinya, dan senang bercerita cenderung dalam tipe kepribadian ekstrovert. Sedangkan individu yang tertutup, suka menyendiri, tidak mudah membuka informasi pribadinya, menarik diri dari lingkungan, dan pendiam cenderung dalam tipe kepribadian introvert.
kepribadian ekstrovert ketika mengerjakan tugas matematika Menurut Putri Indriyani (2017:10) Faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa yang memiliki kepribadian ekstrovert dalam menyelesaikan soal cerita materi kubus dan balok yaitu kurangnya penguasaan bahasa sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami maksud dari soal, kurangnya penguasaan materi baik materi yang sedang dipelajari maupun materi prasyarat misalnya rumus atau prosedur pengerjaan yang harus dipahami oleh siswa, kebiasaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tidak menuliskan kesimpulan, siswa tidak belajar walaupun ada tes atau ulangan, tidak tahu atau lupa rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kurang teliti dan tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal.
Siswa dengan tipe kepribadian introvert sering memendam perasaan di depan orang lain. Hal ini disebabkan karena individu introvert cenderung berorientasi ke dalam dirinya sendiri. Biasanya tipe introvert tidak terlalu mencolok dalam mengerjakan tugas sekolah, tetapi mereka akan menjadi sangat kreatif dan memiliki imajinasi yang luas. Ada beberapa siswa introvert yang mengontrol emosi dengan meluapkan emosinya ketika sedang sendirian, yaitu dengan memukul tembok, mengumbar di sosial media, dan merusak barang Kontrol emosi yang tepat dapat memicu prestasi dalam belajar dan keberhasilan individu dalam kehidupan sehari-hari.











